Wednesday, June 10, 2015

Virus Penyandera Data Komputer Makan Korban di Indonesia

Ilustrasi program berbahaya
Jakarta, CNN Indonesia -- Suatu pagi di hari Senin, 25 Mei 2015, Agus Wiyono menyalakan komputer yang biasa ia pakai untuk bekerja sebagai seorang desainer grafis. Ada yang aneh dengan komputernya kala itu, karena berjalan lambat dan muncul susunan teks seperti DOS ketika ingin masuk ke sistem operasi Windows 7.

Sebuah notifikasi tak biasa muncul setelah komputer berhasil masuk ke Windows 7. Agus masih tidak mengerti apa maksud notifikasi itu karena tak pernah menemuinya.

Beberapa folder tempat ia biasa menyimpan dokumen dimasuki. Sebuah dokumen yang dibuat dari peranti lunak InDesign dibuka. Klik-klik... tetapi sesuatu yang aneh ditemukan. Padahal hari sebelumnya dokumen itu masih bisa dibuka dan diolah lagi.

Segera ia membuka dokumen lain yang dikerjakan pada peranti Adobe Photoshop. Hasilnya sama. Notifikasi aneh itu muncul lagi dan dokumennya tidak bisa dibuka.

Notifikasi itu berasal dari peranti lunak Locker v5.46. Ini bukanlah peranti lunak yang dibuat untuk mendukung produktivitas seseorang, melainkan sebuah peranti lunak jahat (malware) yang dibuat untuk tujuan memeras.
Tampilan notifikasi virus penyandera dokumen yang meminta tebusan (ransomware) Locker v5.46. (Dok. Agus Wiyono)
Tiga layanan bursa Bitcoin yang direkomendasikan oleh peretas dari virus penyandera dokumen yang meminta tebusan (ransomware) Locker v5.46. (Dok. Agus Wiyono)

Locker v5.46 bertugas mengenkripsi atau mengunci dokumen dengan algoritma enkripsi khusus. Setiap dokumen yang terkunci oleh peranti lunak ini hanya bisa diakses jika memasukkan kode unik untuk membuka enkripsinya.

"Saya tidak tahu berapa banyak dokumen saya yang terinfeksi virus ini karena saya menyimpan dokumen banyak sekali. Tapi dokumen penting yang saya buka tidak berhasil diakses," kata Agus kepada CNN Indonesia.

Ia mengaku sangat terganggu dengan keberadaan virus tersebut. Terpaksa, Agus harus mengerjakan ulang dokumen desain grafis yang telah ditunggu kliennya. Sehari-hari, Agus bekerja sebagai pekerja lepas desainer grafis dari rumahnya di Jatiasih, Bekasi, kebanyakan untuk perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat.

Agus adalah korban dari virus ransomware jenis Locker (versi 5.46) yang sering disebut sebagai virus penyandera dokumen di komputer. Para korban yang ingin mendapatkan kode unik untuk membuka enkripsi, diminta untuk membayar uang tebusan kepada penjahat siber yang telah meretas komputer korban. Tebusan itu tidak berbentuk mata uang suatu negara, melainkan mata uang virtual Bitcoin.
Jika korban tidak memiliki backup dokumen, dan dokumen itu tergolong sangat penting, maka ini bisa jadi bencana.

"Virus ini mengunci semua dokumen InDesign dan Microsoft Word. Kalau dokumen Photoshop dan JPEG sifatnya random, ada beberapa yang masih bisa saya buka. Bukan cuma di partisi hard disk C, tetapi juga di partisi lain," tegas pria 41 tahun itu.

Mengetahui ada yang tidak beres dengan komputernya, Agus segera mencari informasi seputar Locker dengan mesin pencari Google. Ia menyadari bahwa dokumennya disandera oleh peretas.

Toko komputer yang biasa ia pakai jasanya untuk memperbaiki peranti keras dan peranti lunak, mengaku tidak bisa memperbaiki kerusakan ini.

Dalam notifikasi, peranti lunak ini memperingatkan bahwa "Semua dokumen personal Anda di komputer ini terkunci dan terenkripsi oleh Locker v5.46." Virus ini memperingatkan bahwa dokumen yang terkunci itu tidak rusak, namun berada dalam kondisi tidak bisa dibaca.

Dokumen yang terkunci hanya dapat dibuka dengan kode rahasia unik berteknologi 2048-bit RSA dan disebut tersimpan di server milik peretas. Di sana peretas juga mengancam jika korban tidak membayar tebusan, maka dokumen akan "dihancurkan" dan tidak dapat membuka dokumen itu lagi.

Nilai tebusan yang diminta adalah 0,1 Bitcoin dan harus dikirim ke nomor rekening tertentu. Tebusan itu tidak bisa dikirim lewat sembarang layanan bursa Bitcoin. Penjahat siber itu hanya mengizinkan korban mentransfer tebusan melalui tiga layanan bursa Bitcoin yang telah disediakan tautannya.

"Harus pakai yang sudah ditentukan oleh mereka. Karena, mereka bilang layanan Bitcoin lain sudah diretas oleh mereka," ucap Agus.

Berasal dari Eropa Timur

Agus merupakan satu dari sekian banyak korban ransomware Locker yang ada di dunia. Direktur perusahaan keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya memprediksi, korban ransomware Locker di Indonesia telah mencapai puluhan orang dan mayoritas berasal dari segmen korporasi.

Untuk segmen korporasi lebih menyeramkan infeksinya. walau yang terkena hanya satu komputer klien, tetapi data dari komputer lain yang dibagikan juga terancam terkunci oleh virus Locker.

Program jahat jenis ransomware mulai terdengar pada pertengahan 2013. Kemudian masuk ke Indonesia pada pertengahan 2014, dan hingga kini terus berkembang.

Baca juga: Sumber Virus Penyandera Terdeteksi dari Eropa Timur

Belum diketahui secara pasti dari mana malware terebut berasal, namun diduga kuat pusatnya ada di Eropa Timur.

"Mayoritas dari Eropa Timur, seperti Rusia, Ukraina, Rumania. Tiongkok sedang mulai menyebar sekarang," tutur Alfons yang dikenal sebagai pakar antivirus komputer.

Secara umum, Alfons menjelaskan, ransomware merupakan program yang mencegah atau membatasi pengguna untuk mengakses sistem atau data mereka sendiri, kemudian memaksa para korban untuk membayar tebusan melalui pembayaran online agar kembali bisa mengakses datanya.

Ransomware lain yang pernah ditemukan Alfons adalah Teslacrypt, Cryptowall, dan Alfacrypt.

Virus yang melanda Agus ini juga dikenal dengan nama CTB Locker. Nama CTB merupakan singkatan dari Curve, Tor, Bitcoin. Curve karena metode enkripsi yang digunakan adalah teknik kriptografi kurva elips yang secara teknis lebih efisien dari kriptografi konvensional, Tor adalah metode komunikasi yang digunakan memanfaatkan The Onion Router, dan Bitcoin karena metode tebusannya menggunakan mata uang Bitcoin.

"Karena mereka tak ingin terlacak, maka mereka memanfaatkan mata uang virtual Bitcoin," lanjut Alfons.

Menurut data dari situs VirusRadar.com, virus yang disebut CTB Locker menyebar di 0,16 persen komputer bersistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Windows 8, di Indonesia.

Jangan Mengakses Sembarang Situs Web

Agus tidak mengetahui pasti dari mana virus Locker ini bisa sampai menginfeksi komputernya. Tetapi Agus punya dugaan kuat, virus tersebut berasal dari layanan Torrent yang biasa dipakai anaknya untuk mengunduh permainan di komputer.

"Anak-anak main klik link apa saja yang mereka temui. Anak saya suka mengunduh dari Torrent. Mungkin berasal dari situ," Agus menduga.

Cara infeksi virus bisa melalui beragam saluran, dengan cara tradisional seperti mengirimkan lampiran berformat PDF atau ZIP lewat email yang dikirim ke korban, atau bisa juga melalui situs web yang sengaja memancing orang untuk mengkliknya.

Situs web Torrent dikenal sebagai tempat yang tidak aman untuk dikunjungi karena tidak ada jaminan keamanan. Begitu juga situs web pornografi yang disebut Alfons sebagai gudang virus dan sebaiknya jangan pernah dikunjungi "karena kita tidak tahu virus apa yang diselundupkan di layanan mereka."

Pasrah dan Menunggu

Agus pusing bukan kepalang setelah komputernya terinfeksi ransomware Locker karena beberapa dokumen pentingnya tidak di-backup. Ia segera mencari seseorang yang bisa dimintai solusi.

Dari hasil penelusuran dengan mesin pencari Google, Agus menemukan nama Alfons dan pakar keamanan siber lain. Ia kemudian mengirim email untuk berkonsultasi. "Saya juga telah mengirim sampel satu folder yang saya duga sebagai pusat virusnya, agar diteliti sama mereka," jelas Agus.
Alfons menyarankan agar Agus tidak mentransfer untuk membayar tebusan atas dokumennya yang disandera. Karena, ia tidak pernah tahu, tebusan senilai 0,1 Bitcoin itu berlaku untuk menebus hanya satu dokumen atau untuk semua dokumen.

"Alfons menyarankan untuk tidak memberi tebusan. Karena kalau sampai kita transfer, bisa jadi mereka makin gila. Ini benar-benar pemerasan dan faktor utamanya adalah ekonomi," tutur Agus.

Solusi agar terhindar dari virus penyandera ini, kata Alfons adalah membuat backup dokumen. Dokumen penting yang ukurannya besar bisa di-backup di kepingan DVD dan dibuat offline. Sementara dokumen yang ukurannya relatif kecil bisa di-backup di layanan komputasi awan seperti Dropbox atau Google Drive.

"Backup yang baik dan benar itu sangat penting. Jadi, kalau terkena ransomware, data pekerjaan seperti Word, Excel, dan mungkin desain aman karena ter-backup dan tinggal di-restore," Alfon menjelaskan.

Pasrah. Itu lah yang akhirnya dipilih oleh Agus. Fokusnya sekarang adalah mencari dokumen yang berhasil dia backup dan mengerjakan ulang desain yang telah ditunggu klien. Foto-foto berharga, yang kebanyakan menyimpan momen bersama keluarga, harus direlakan hilang.

Ia berharap ada pakar keamanan siber di belahan dunia lain yang membuat solusi untuknya.

Beberapa waktu lalu sempat muncul virus yang mirip dengan Locker. Setelah beredar cukup lama dan telah diteliti oleh pakar keamanan, virus itu akhirnya bisa taklukan. Para pakar membuat sebuah situs web yang memungkinkan para korban mengunggah dokumen yang terkunci lewat situs web, lalu para pakar keamanan membantu untuk membukanya dengan memberi kode unik pembuka enkripsi, kemudian mengirim kembali dokumen kepada si korban.

"Sekarang saya cuma bisa menunggu ada website semacam ini, sampai saya bisa membuka lagi dokumen-dokumen saya," Agus berharap.

Monday, June 8, 2015

Bagaimana Lolos dari Intaian Bandit Dunia Maya?

Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia yang makin terhubung ini bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, jendela informasi dan pengetahuan terbuka lebar bagi siapapun.

Tapi di sisi lain, ada bahaya yang mengintip di sana. Kejahatan dunia maya semakin masif dengan motif mencari keuntungan ekonomi.

Kejahatan siber telah merugikan perekonomian dunia sebesar US$ 445 miliar setiap tahun. Itu setara dengan Rp 5.785 triliun atau dua kali APBN Indonesia.

Kerugian yang ditimbulkan macam-macam. Selain kerugian uang, kehilangan properti intelektual, sampai lenyapnya data-data penting dan rahasia.

Sebagai contoh kasus Sony Pictures yang menggemparkan belum lama ini. Berinvestasi sedemikian besar dalam infrastuktur pengamanan ternyata belum cukup untuk melepaskan Sony dari jerat para peretas.

Ribuan dokumen penting diungkap ke publik. Ratusan pesan dan surat elektronik rahasia jadi skandal yang makin menyeret Sony ke arah kehancuran.

Tak ada seorang pun yang mengklaim dirinya aman dari kejahatan dunia maya. Bahkan perangkat teknologi buatan Apple—yang selama ini didengung-dengungkan aman dari virus dan peretas—pun rentan terhadap kejahatan semacam itu.

Pedro Vilaca, seorang peneliti keamanan komputer dari Portugal, menemukan celah di komputer Mac yang memungkinkan masuknya peretas.

Meski tak sebanyak virus yang menyerang sistem operasi Windows maupun Android, sistem operasi iOS juga tak luput dari incaran pembuat program jahat.

Di dalam situasi seperti ini, mau tak mau diperlukan kearifan dan kewaspadaan kalau Anda mau selamat saat beraktivitas di dunia maya atau di jagad teknologi.

Pertama, selalu bentengi diri dengan kewaspadaan bahwa apapun yang sifatnya menarik dan memancing perhatian, bisa jadi adalah ‘pancingan’ dari pelaku kejahatan siber.

Tak perlulah terpancing mengunjungi link-link tak jelas di e-mail atau di timeline sosial media Anda. Apalagi link-link yang berbau syahwat, yang kerap kali menggoda untuk diklik. (Kecuali bahwa pada dasarnya Anda memang penggila hal-hal yang seperti itu dan tak memperdulikan apapun).

Kedua, bentengi inbox e-mail Anda dengan fitur-fitur keselamatan yang disediakan provider-nya. Mulai dari penyaring spam alias e-mail sampah, sampai sistem login berlapis. Ubah juga password secara berkala dengan kombinasi yang sulit ditebak.

Aturan yang sama berlaku di sosial media. Bisa jadi amat merepotkan. Tapi yakinlah, akan lebih sangat merepotkan bila akun email dan sosmed Anda sampai direbut oleh orang lain.

Begitu pun jika dari email atau link sosmed menularkan virus alias malware ke sistem komputer atau smartphone Anda. Aktivitas apapun di komputer atau smartphone Anda bisa dipantau pelaku kejahatan dari jauh.

Akibatnya, barangkali tak cuma dokumen penting yang lenyap, Anda pun bisa kehilangan uang yang banyak saat aktivitas perbankan Anda dibobol.

Modus baru ransomware, virus penyandera dokumen, yang sedang ramai akhir-akhir ini tak kalah mengerikan. Dokumen Anda ‘diculik’ dan Anda diminta membayar sejumlah uang, tanpa jaminan bahwa dokumen itu akan kembali atau tak dibocorkan.

Ketiga, bentengi juga sistem komputer dan gadget yang terhubung ke Internet dengan antivirus yang banyak dijual di pasaran. Disarankan untuk membeli antivirus berbayar, yang pasti memiliki ramuan penangkal yang lebih mujarab dalam menghadapi trend virus yang bertebaran, ketimbang antivirus gratisan.

Rajin-rajinlah memindai sistem komputer dan gadget, barangkali ada virus yang tak sengaja hinggap. Begitu pun saat memakai penyimpan data portabel seperti USB flashdisk atau harddisk eksternal. Makin sering dicolokkan ke komputer bukan milik Anda, makin tinggi risiko ia terpapar virus dan menulari komputer Anda. Berhati-hatilah!

Wednesday, June 3, 2015

LiFi, WiFi Berbasis Cahaya Berkecepatan 100 Gbps!

Kabel fiber optic berkecepatan tinggi yang menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi modern tidak menghantarkan data langsung ke komputer milik konsumen. Urusan last mile itu biasanya diserahkan ke perantara lain, seperti kabel tembaga atau sinyal nirkabel.

Nah, bagaimana kalau "cahaya" dari kabel fiber optic bisa dibuat menjangkau langsung aneka perangkat yang menjadi tujuan akhir data, baik komputer, TV pintar atau lain sebagainya?

Itulah ide di balik sebuah percobaan yang dilakukan oleh Oxford University dan University College, di mana "cahaya" sebagai medium pengantar data di kabel serat optik diambil, diperkuat, lantas dipancarkan ke komputer secara nirkabel sehingga berperan serupa jaringan Wi-Fi.

Dari hasil percobaan, berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas Tekno dari IEEE Spectrum, Senin (16/2/2015), sistem yang dinamakan "LiFi" itu berhasil mentransfer data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps, berkali-kali lipat lebih kencang dibandingkan standar Wi-Fi tercepat saat ini (802.11ac) yang mentok di angka sekitar 7 Gbps.

Namun, LiFi memiliki kelemahan dibanding metode Wi-Fi konvensional. Meski diterapkan melalui semacam base station yang ditempel di langit-langit ruangan, LiFi membutuhkan direct line of sight alias "pandangan" langsung ke perangkat tujuan yang dilengkapi receiver khusus, layaknya koneksi infra red pada gadget jadul.

Selain itu, perangkat tujuan pun harus stasioner alias tidak boleh dipindah-pindahkan. Tim peneliti sedang mengembangkan cara untuk membuat sistem penjejak yang memungkinkan base station LiFi melacak posisi perangkat di dalam ruangan dan membuat sambungan.

Karena belum praktis, untuk sekarang mungkin LiFi masih tak bisa menggantikan WiFi. Namun, dengan kecepatan potensial mencapai lebih dari 3 terabit, para penciptanya berharap teknologi ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk aplikasi lain.

Sumber : tekno.kompas.com

Berapa Harga Windows 10?

Microsoft baru saja mengumumkan tanggal rilis Windows 10 yang jatuh pada 29 Juli 2015 mendatang. Sistem operasi ini akan diberikan gratis kepada pengguna Windows 7, Windows 8 dan Windows 8.1. Sementara pengguna yang menggunakan versi lebih lama harus membayar baru.

Saat pengumuman tersebut, raksasa penyedia perangkat lunak itu tak menyebutkan secara gamblang berapa harga yang akan dilepas bila pengguna ingin membeli Windows 10 yang baru. Namun di pasar Amerika Serikat, ada harga Windows 10 yang diungkap bisa menjadi patokan.

Seperti dikutip dari Neowin, ada beberapa paket dan versi yang ditawarkan untuk pengguna agar bisa memiliki Windows 10 ini. Seperti Windows 10 Home dipatok US$ 119 atau sekitar Rp 1,5 juta, sementara versi Pro dibanderol US$ 199 atau setara Rp 2,6 juta.

Sementara itu, Windows 10 akan dibagi menjadi tujuh edisi, termasuk untuk sistem operasi komputer pribadi dan perangkat mobile.

Windows 10 Home merupakan edisi yang paling bawah dan ditujukan untuk pasar konsumen rumah tangga, dan itu sudah membawa aplikasi peramban Edge sampai fitur pengenal wajah Windows Hello untuk membuka kunci layar.

Di Windows 10, nantinya aplikasi peramban Internet Explorer ditiadakan, karena sudah diganti dengan peramban baru bernama Microsoft Edge yang diklaim lebih cepat.

Sedangkan untuk Windows 8 Pro hadir dengan kemampuan Windows Update for Business untuk pelanggan korporasi.

Selain itu ada pula edisi Windows 10 Enterprise untuk korporasi, Windows 10 Education bagi dunia pendidikan, serta Windows 10 IoT Core untuk perangkat ukuran kecil yang terhubung dengan Internet.

Nama sistem operasi ponsel Windows Phone diganti menjadi Windows 10 Mobile dan ditujukan kepada perangkat ponsel pintar, tablet, dan konsol game Xbox.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Sunday, May 31, 2015

Internet Gratis Diprotes, Apa Beneran Gratis?

Sejumlah organisasi dari beberapa negara menolak program Internet.org yang digagas oleh Facebook. Bukan karena menolak tujuan kampanye ini yang ingin menghubungkan pengguna seluler dengan internet, namun ada beberapa masalah menjadi perhatian.

ICT Watch yang menjadi salah satu bagian organisasi menolak peluncuran platform tersebut mengatakan bahwa aplikasi dan harus diperlakukan sama, tanpa diskirimnasi. Dan memang netralitas jaringan masih menjadi salah satu alasan penolakan tersebut.

CNN Indonesia mengutip surat terbuka yang ditujukan ke Mark Zuckerberg oleh 58 organisasi dari belahan negara lain, mengatakan bahwa netralitas internet mendukung kebebasan berekspresi dan kesetaraan kesempatan dengan memungkinkan setiap orang untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan berinteraksi secara setara.

"Hal ini membutuhkan Internet dikelola sebagai sebuah platform terbuka yang mengkondisikan penyedia/penyelenggara jaringan memperlakukan semua konten, aplikasi, dan layanan secara setara, tanpa diskriminasi," sebut isi surat tersebut.

Ditambahkan juga, aspek penting dari netralitas Internet menyatakan bahwa setiap orang harus dapat berinovasi mengembangkan manfaat Internet tanpa harus terhambat oleh izin.

Selain masalah netralitas jaringan, aspek lain yang menyebabkan Internet.org mendapatkan penolakan adalah:

Zero rating: Zero rating adalah praktek oleh penyedia / penyelenggara layanan telekomunikasi atau Internet yang menawarkan pelanggan mereka sebuah set (paket) khusus layanan atau aplikasi yang bebas biaya karena tidak menggunakan penghitungan data plan yang berlaku.

Praktek ini secara inheren adalah diskriminatif, sehingga telah dilarang atau dibatasi prakteknya di sejumlah negara seperti di Kanada, Belanda, Slovenia dan Chili.

Zero Rating menjadi model dasar Internet.org saat ini. Facebook menjalin kemitraan dengan penyedia atau penyelenggara layanan telekomunikasi atau Internet di seluruh dunia untuk menawarkan akses ke aplikasi atau situs Internet tertentu kepada pengguna tanpa dikenakan biaya.

Perjanjian ini membahayakan kebebasan dan kesetaraan kesempatan dalam berekspresi dengan membiarkan penyedia / penyelenggara layanan menetapkan mana layanan Internet yang bisa mendapatkan keistimewaan dan mana yang tidak.

Hal ini dapat mengganggu arus informasi yang bebas dan hak masyarakat terkait dengan jaringan telekomunikasi / Internet.

Mengancam Kebebasan Berekspresi dan Privasi

Nomenclature: Nomenklatur (penamaan, tata nama) Internet.org menyesatkan karena melabel praktek Zero-Rating (yang dilakukan Facebook) dengan nama / sebagai "Internet". Padahal sebenarnya yang ditawarkan (oleh Internet.org) hanyalah segelintir dari Internet.

Proyek Internet.org ini bertindak sebagai "walled garden" (taman bertembok alias closed platform/ecosystem) di mana beberapa layanan sengaja lebih dipilih dibandingkan dengan yang lainnya. Dan tentu saja, ini adalah salah satu bentuk pelanggaran netralitas Internet.

Freedom of expression: Proyek Internet.org ini juga menimbulkan risiko lain atas kebebasan berekspresi. Kemampuan melakukan sensor atas gerbang Internet semakin mapan,  sebagaimana pemerintah di sejumlah negara yang represif/otoriter memerintahkan Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir akses ke situs atau layanan tertentu tanpa  legitimasi prosedur yang sah, transparan dan akuntabel.

Privacy: Ada ketakutan timbulnya implikasi privasi penggunanya lantaran penggunaan Internet.org. Kebijakan privasi Facebook sendiri saat ini tidak atau belum memberikan perlindungan yang memadai bagi pengguna Internet baru, bahkan beberapa di antara mereka bisa jadi tidak mengerti bagaimana data pribadi mereka akan digunakan.

Senada dengan yang dilakukan oleh Facebook, Internet.org kemungkinan juga mengumpulkan data pribadi pengguna ketika mereka menggunakan aplikasi dan layanan yang merupakan bagian dari programnya.

Security: Implementasi Internet.org saat ini mengancam keamanan pengguna Internet dan Internet itu sendiri secara keseluruhan. Pada update (pengumuman tentang Internet.org) per  4 Mei 2015, disampaikan larangan penggunaan TLS (Transport Layer Security), Secure Socket Layer (SSL), atau enkripsi HTTPS oleh para penyedia layanan atau konten yang (ingin) berpartisipasi.

Two-tiered Internet: Ledakan ekonomi yang didorong oleh Internet di negara-negara maju harus dibagi rata dengan tiga miliar orang berikutnya, tidak dihambat oleh Internet model two-tiered ala Facebook. Two-tiered Internet merujuk pada arsitektur Internet yang melakukan diskriminasi atas kualitas (kecepatan dan kestabilan) trafik pada mereka yang mampu membayar lebih mahal.

"Untuk itulah kami mendesak Facebook agar menegaskan dukungannya atas definisi sejati netralitas Internet, di mana semua aplikasi dan layanan diperlakukan sama dan tanpa  diskriminasi, khususnya di negara berkembang dengan tiga miliar pengguna internet." surat tersebut menyebutkan.

"Dan Facebook harus mengatasi kelemahan signifikan atas privasi dan keamanan yang melekat dalam iterasi (konsep) Internet.org saat ini.

Wednesday, May 27, 2015

WiFi Point to Point dan Point to Multipoint

Akses internet sekarang sudah seperti kebutuhan pokok. Akses ke informasi menjadi satu faktor yang sangat penting dalam mengambil keputusan dalam pekerjaan dan bisnis. Hal ini tidak bisa lagi dihindarkan. Informasi menjadi komoditi yang mahal. Namun lagi-lagi, tidak semua wilayah bisa mendapat akses ini. Kalau di kota-kota besar bisa dipastikan dari sudut ke sudut kota ada jaringan kabel Telkom (speedy), yang kini sudah berevolusi menjadi paket hiburan dan internet (Indiehome), juga akses internet wireless oleh penyedia layanan GSM dengan teknologi 4G yang digadang-gadang mampu menembuskan data hingga ratusan Mbps.
Namun bagaimana dengan kawasan pedesaan?
Mencari sinyal GSM saja payah, kalaupun dapat sinyal, mentok hanya sampai 2,75 G alias Edge yang kecepatannya bisa membuart bosan.
Lalu muncullah teknologi WiFi jarak jauh dengan berbagai kombinasinya. Ada Point to point, ada point to multipoint dengan antena grid dan lain sebagainya.
Sistem pemancar sinyal WiFi Point to Multipoint
Apa dan bagaimana sistem ini bekerja?
Saya akan menjelaskan berdasarkan pengalaman kami saja. Karena halaman ini juga sebenarnya untuk promosi layanan kami.
Ketika ada pelanggan yang ingin memasang internet di rumahnya, atau ingin membuka usaha warnet di wilayah terisolir dari internet Telkom (Speedy/Indiehome), maka kami menyarankan untuk menggunakan sistem pemancar WiFi agar mereka bisa terkoneksi ke internet.
Kami akan menawarkan pemasangan tower triangle jika kawasan domisili si pelanggan memang jauh, kontur buminya tidak rata atau banyak penghalang.
Contoh tower triangle
Lalu bagaimana proses kerjanya?
Gambar skema internet point to point
Pada prinsipnya setiap koneksi internet harus berasal dari penyedia jasa layanan internet, dalam hal ini untuk kawasan Pasaman Barat kami memakai Telkom Speedy. Dari koneksi modem Speedy, kami akan menyambungkan langsung ke antena WiFi Grid untuk kemudian dipancarkan ke titik penerima (rumah/sekolah/warnet pelanggan).

Jarak maksimal yang pernah kami tembus dengan sistem Tower+WiFi Grid ini adalah kurang lebih 18 Kilometer dari Simpang Ampek ke Sasak. Sampai saat ini pelanggan kami di Sasak masih terhubung ke internet dengan baik dan tidak ada masalah.

Lalu bedanya dengan Point to Multipoint?

Hampir sama saja cara pemasangannya, hanya saja antena dan spesifikasi alatnya berbeda. Kalau Point to point hanya ada satu lawan satu koneksi, pada point to multi point, satu antena pemancar akan dipancarkan ke lebih dari satu penerima. Teknik ini biasanya digunakan dalam RT-RW Net, alias berbagi koneksi internet sekampung.
Skema Point to Multipoint
Jika masih bingung, silahkan hubungi kami di 08127388007 (Anton), Kami akan sangat senang bisa menjelaskan lebih detil.

Tuesday, May 26, 2015

Pengetahuan Dasar IP Camera ( Apa bedanya dgn CCTV?)

Pembahasan pada artikel ini mencakup:

– Apa itu IP Camera

– Perbedaan IP Camera  dengan  CCTV

– Dasar  Jaringan IP Camera

– Software Managament Video .

Jika kita ingin memantau  tempat yg terkendala jarak yg cukup jauh  kita bisa memanfaatkan IP Camera (internet protocol camera) . Saat ini selain mudah instalasinya juga sudah banyak beredar di pasaran  IP camera yg murah harganya.  Pada waktu yg lampu  orang menggunakan CCTV untuk memantau keadaan yg terkendala jarak, tapi CCTV mempunyai kelemahan yaitu terbatasnya jarak pantauan.

Kegunaan IP Camera antara lain Untuk  Security,monitoring, Live view pd website dll.

Untuk bisa membuat jaringan IP camera anda  butuh sedikit pengetahuan dasar jaringan komputer.

Apa itu IP Camera?

Menurut wikipedia : “An Internet protocol camera, or IP camera, is a type of digital video camera commonly employed for surveillance, and which unlike analog closed circuit television (CCTV) cameras can send and receive data via a computer network and the Internet.”    artinya kira2 bgini :  IP camera adalah kamera digital untuk  pemantauan  yg dapat  mentrasfer data melalui jaringan komputer dan internet  .  lah klu begitu mah webcam juga bisa… yup betul webcam juga  bisa, tapi kan webcam tdk berdiri sendiri  webcam masih perlu komputer dan webcam bukan  untuk  pemantauan.

Blok IP camera
Contoh tampak belakang sebuah  IP Camera
gambar 2. Dari arah belakang terlihat soket ethernet untuk dihubungkan langsung ke jaringan komputer.
Bagian bagian IP Camera:


  1. Lensa , gunanya untuk memfokuskan gambar.
  2. Sensor gambar (CCD atau CMOS)  : digunakan untuk merubah cahaya ke signal listrik.
  3. Prosessor pengolah gambar dan compresi gambar,  supaya data tdk terlalu besar data perlu di compresi.
  4. Microcomputer dan ethernet ,  mengontrol system dan menyambungkan ke jaringan komputer.
  5. Input Output port,   gunanya untuk mengontrol lensa (fokus,zoom) , menggerakan arah kamera ,  menggerakan relay dll.
  6. Input Audio/ suara.


Jenis-jenis  IP camera :


  1. Fix Ip camera.
  2. Dome IP Camera.
  3. PTZ  (pan, tilt, zoom) IP Camera.
Gambar 3. jenis ip camera

Dari segi media komunikasinya IP camera terbagi 2 yaitu

  1. Wire IP camera
  2. Wireless IP Camera
Sebuah Wireless IP Camera

Perbedaan CCTV dengan IP Camera

CCTV adalah kamera analog dgn standar output sinyal analog  PAL atau NTSC. CCTV bisa langsung dihubungkan ke Televisi. Untuk merekam biasanya menggunakan VCR (video cassete recorder).

CCTV—->monitor Televisi  dan atau  VCR

Apakah CCTV  analog yg sudah terpasang bisa di integrasikan kejaringan komputer/digital? ya bisa ,dengan menambahkan k DVR (digital video recorder) atau Video Encoder.

CCTV—>DVR<—->LAN  atau

CCTV—->Video encoder<—->LAN

Sedangkan output IP Camera sudah berbentuk data digital (diantaranya berformat M-JPEG atau MPEG-4) yg bisa langsung di hubungkan ke jaringan komputer.

IP Camera <—->LAN

 Dasar Jaringan IP Camera

Pada dasarnya menghubungkan IP Camera  ke jaringan tdk jauh berbeda dgn alat2 yg terhubung dgn jaringan komputer.Yaitu yg pertama ia harus punya alamat IP. Cara memberi (setting) alamat IP berbeda2 untuk tiap merk. Caranya bisa dilihat  pada buku manualnya masing-masing.

Contoh jaringan sederhana IP Camera :
Gambar 6. Jaringan IP camera sederhana
Cara Mengakses IP Camera yg paling mudah dengan web browser semacem mozilla atau IE atau google crome. Cukup dgn  mengetik alamat IP camera di web rowser  maka  akan muncul  tampilan atau menu sederhana untuk mengaktifkan IP Camera.

Untuk penggunaan yg lebih luas   web browser tdk memadai lagi  maka diperlukan sebuah software khusus yang kita namakan saja Software management Video. Software ini digunakan untuk:

  • Mengelola IP Camera dgn jumlah banyak.
  • Merekam data video dan audio .
  • Mengelola akses user.
  • Melihat secara bersamaan (simultan)  dari banyak  Camera
  • Mencari data rekaman.
  • Video motion detector(VMD).
  • Dll.
Demikianlah  sedikit penjelasan ttg  IP Camera smoga bermanfaat.