Showing posts with label hukum. Show all posts
Showing posts with label hukum. Show all posts

Sunday, April 17, 2016

Microsoft Menggugat Pemerintah AS Untuk Melindungi Hak-Hak Amandemen Keempat

Sumber : PCMag
Belum jelas tujuannya apakah benar-benar tulus, ada udang dibalik batu, ataukah hanya sebuah propaganda untuk tujuan promosi.

15 April lalu, Microsoft  mengajukan gugatan di Pengadilan Federal di Distrik Barat Washington yang menuntut pemerintah AS telah melanggar hak konstitusional dari para penggunanya (Microsoft).

Gugatan terkait masalah Departemen Kehakiman yang dianggap melanggar Amandemen ke 4 yang berisi tentang perlindungan public terhadap penyadapan dan  penyelidikan (harus ada izin dari pihak terkait terlebih dulu) - demi mencegah Microsoft menyerahkan data yang diminta pemerintah terkait ribuan akun email dan dokumen lain.

Di bawah UU Privasi Komunikasi Elektronik (ECPA), pemerintah memiliki hak untuk mengakses file yang tersimpan di server cloud, meskipun Undang-undang itu sendiri adalah dari pemerintahan Reagan. Para pendukung privasi berpendapat bahwa hukum ini ditulis sebelum munculnya internet komersial, karena itu dianggap sudah usang.

Undang-undang baru mungkin sedang dirancang, namun untuk anda ketahui bahwa kongres sudah berdebat mengenai disahkan atau tidaknya UU yang baru untuk pembaruan ECPA selama hampir satu dekade.

Dengan diajukannya gugatan ini oleh Microsoft, tampaknya akan semakin banyak barisan perusahaan Software raksasa (sebelumnya ada Apple yang bertarung di pengadilan dengan pemerintah AS bersama beberapa perusahaan teknologi lain) yang berupaya "berduel" demi menjaga privasi para konsumennya. Karena jika mereka gagal dalam melakukan hal itu, kepercayaan konsumen bisa ambruk seketika.

Sekalipun saya atau anda tidak menggunakan fasilitas teknologi informasi untuk hal-hal kriminal atau melanggar hukum, nilai privasi adalah mutlak. Ada hal-hal pribadi yang saya tidak ingin anda ketahui, demikian sebaliknya. Dan mengintip data pribadi orang bisa dianggap pelanggaran hak azasi.

Sumber : thenextweb.com

Saturday, April 16, 2016

Hati-Hati Dalam Menggunakan Aplikasi Periscope

Sumber : theweek.co.uk
Periscope adalah sebuah aplikasi mobile Android dan iOS yang dipergunakan untuk menyiarkan sebuah kejadian secara langsung (live streaming).

Periscope sendiri dikembangkan oleh dua orang, yaitu Kayvon Beykpour dan Joe Bernstein. Tapi belum sempat rilis, startup langsung dicaplok oleh Twitter dengan mahar $100 juta di bulan Maret lalu. Di bawah bendera Twitter, Periscope kemudian memulai debut di toko aplikasi App Store pada 26 Maret dan diteruskan ke Android sebulan kemudian.

Namun, sebagai pengguna aplikasi apapun termasuk Periscope ini haruslah berhati-hati. Jangan sampai kasus yang melibatkan seorang remaja di Ohio Amerika terjadi kepada anda.

Seorang remaja di Amerika Serikat telah dituduh menyiarkan pemerkosaan temannya yang berusia 17 tahun di Periscope.

Marina Lonina, 18 tahun, telah didakwa bersama dengan Raymond Gates, 29 tahun,  atas insiden yang terjadi di sebuah rumah di Columbus, Ohio pada tanggal 27 Februari silam.

Pasangan ini dituduh melakukan penculikan, pemerkosaan, pelecehan seksual dan menjadi kaki tangan dalam sebuah kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Lonina juga menghadapi hukuman tambahan dari "kegiatan ilegal dalam kasus pornografi atau pornoaksi" karena diduga mengambil foto telanjang temannya pada malam sebelum kejadian.

Jika terbukti bersalah, Lonina dan Gates bisa dihukum penjara 40 tahun atau lebih.

Kasus itu dilaporkan oleh seorang teman dari Lonina dari negara lain setelah mereka melihat apa yang terjadi langsung (live streaming) di Periscope.

Jadi, bijaklah dalam mengunakan aplikasi dan media sosial.

Friday, April 15, 2016

Polisi Kanada Sudah Mampu Menyadap BBM Sejak 2010

Hingga saat ini, masih saja banyak anggapan bahwa Blackberry OS adalah Sistem Operasi yang sangat aman, termasuk layanan pesan instan mereka BBM atau Blackberry Messenger.

Janji mereka sebagai pengembang perangkat yang benar-benar aman dari aksi penyadapan nampaknya akan hancur setelah munculnya sebuah berita yang tidak menyenangkan.

Sebuah dokumen pengadilan yang telah diubah terkait skandal pembunuhan tahun 2011 silam yang melibatkan sindikat kejahatan di Montreal yang terkuak baru-baru ini menyebutkan bahwa Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menggunakan kunci master enkripsi dalam penyelidikan dengan mencegat lebih dari 1 juta pesan BBM antara tahun 2010 dan 2012.

Laporan yang diajukan oleh RCMP tidak mengungkapkan berapa kunci yang diperoleh dan jaksa juga menolak untuk mengatakan apa-apa tentang hal itu. BlackBerry juga menolak untuk mengomentari masalah ini, dan pernyataan terkait dari operator seluler Kanada Rogers tidak menjelaskan masalah ini dengan baik.
Pemberitahuan ini menyiratkan bahwa penegak hukum Kanada telah memiliki kemampuan untuk mengintip percakapan pribadi warga untuk tahun sekarang, tanpa sepengetahuan mereka. Mirip seperti program PRISM NSA di AS, hanya saja lebih sedikit orang yang terlibat.

Tidak jelas secara rinci tentang bagaimana BlackBerry berpartisipasi dalam pelanggaran privasi ini dan apakah RCMP masih dalam kepemilikan master key. Namun berita dari Kanada ini memicu kekhawatiran dan kewaspadaan banyak orang yang 'terlalu' mempercayakan rahasia pribadi mereka pada perangkat keras dan sistem operasi dari perusahaan yang mengakui diri sebagai perusahaan paling aman sekalipun. @arihtakid

Sumber : thenextweb.com